Postingan Populer


Katakan tidak pada Valentine Day !!


Assalamualakum Warrahmatullahi Wabarakatuh,
 Sodaraku dimanapun anda berada pasti belum pernah tahu kan kenapa Valentine di haramkan dalam Islam? mari kita simak  sejenak. Tanggal 14 Februari  ada yang bilang hari ini merupakan hari kasih sayang, hari pelampiasan cinta, dan ada juga yang memanfaatkan moment ini untuk menyatakan cinta kepada calon pasangannya. Biasanya  menyampaikannya dalam bentuk coklat, hadiah,, bunga, dan  ungkapan kasih sayang, emmmh….. bisa ajah yah  modusnya hehe selau ajah  kelesss. Dalam sejarah  valentine, 14 Februari 1492 adalah runtuhnya kerajaan Islam di Andalusia (Spanyol). Dan mereka menjadikan momentum itu sebagai hari “KASIH SAYANG” karena anggapan mereka adalah Islam agama yang Dzalim, dengan tumbangnya  kejayaan Islam  maka tumbanglah kedzaliman  itu. Banyak lagi versi-versi sejarah Valentine itu, seperti kisah St. Valentine seorang pastur yang dihukum mati oleh raja yang kejam  yang bernama Kaisar Claudius karena ketahuan menikahkan sepasang kekasih yang pada masa itu kebijakan raja adalah dilarang menikah bagi pria dan wanita di Roma pada Abad ke-3. Akhirnya St. Valentine dianggap sebagai pahlawan dan hari kematiannya di peringati sebagai hari kasih sayang. (http://www.isdaryanto.com/sejarah-valentines-day)
                Mau tahu gak sih fakta yang sebenarnya? pasti mau tahu kan, Dr. Andik Wijaya, M. Rep.Med, seorang seksolog dari Surabaya. “Sekarang V-Day nuansanya cenderung romantis dan erotis” tuturnya. Tentu ini bukan omong kosong, salah satu faktor yang menyukseskan erotisme saat perayaan Valentine adalah makanan khas V-Day berupa coklat. Menurut Dr. Andik, coklat mengandung zat yang disebut Phenyletilamine atau zat yang bisa membangkitkan gairah seksual. Beh mantap tuh hehe, bukan  hanya itu saja ternyata Di Inggris, pada 14 Februari malah dicanangkan sebagai Hari Impoten Nasional dengan  tujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman impotensi 2 juta pria Inggris. Bahkan di AS lebih parah lagi, 14 Februari dijadikan sebagai Pekan Kondom Nasional yang dimaksudkan sebagai kampanye nasional penggunaan  kondom, karena setiap perayaan V-Day selalu diikuti dengan peningkatan kasus HIV/AIDS. Padahal tingkat kegagalan kondom mencapai 33,3 % , sehingga bisa dikatakan bahwa kondom tidak bisa mencegah secara penuh penularan penyakit mematikan ini. Nah loh masih mau merayakan valentine?  hati-hati loh impoten dan HIV/AIDS dapat merenggut nyawa, kayak narkoba ajah dampaknya ”DANGER”. Masih  gak mau terima kenapa kita harus bilang “katakan tidak pada Valentine Day”.

Sebenernya dalam hal tersebut, islam sudah punya jawaban  loh…:
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Sekarang baru deh setuju kenapa harus bilang “katakan tidak pada Valentine Day” penulis berharap semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya, ingat!!! sampaikanlah walau 1 ayat hehe kan lumayan dapat palaha dari Allah plus bermanfaat lagi untuk orang lain, sekian kurang dan lebihnya saya mohon maaf,     wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Oleh :Muhamad Fajar Surahman
Mahasiswa STIAMI jurusan Administrasi Publik 2012, Ka.Div PPM LDK PARMAIS 2013-2014
#RemoveVDay #LDKPARMAIS

SAMUDRA : Peralatan dan perlengkapan peserta

Perlengkapan
- Baju selama 4 hari
- Obat Pribadi
- Peralatan Sholat
- Peralatan Mandi
- Jaket tidur
- Sepatu + sandal
- Slayer biru dongker
- Kaos kaki
- Al-Qur'an + Al-matsurat
- Baju siap Kotor Sepasang
- Sendok
- Gelas plastik
- Almamater
- Alat Tulis

Konsumsi Pribadi
- Kacang Hijau
- Karra 2 ktk
- Beras 2 ltr
- Telur 5 butir
- Aqua 1 1/2 L
- Snack Pribadi

Konsumsi Kelompok
- Teh Kotak isi 2 Pc
- Susu Kental Manis (kaleng) (2 vanilla, 1 coklat)
- Nampan 2 buah
- Roti Tawar 2 ball
- Gula merah 1KG
- Kopi Hitam 1 renceng --> 1 Klpk
- Kopi Susu 1 renceng --> 2 klpk
- Susu Jahe 1 renceng --> 3 klpk

Kehidupan Umat Islam di Korea

muslim-korea





Selama ini Korea Selatan sangat terkenal dengan gelombang Hallyu, atau lebih beken dengan Korean Pop/KPOP. Mulai dari girl band, boy band, hingga reality show Korsel digilai oleh banyak orang Indonesia. Namun demikian, tidak ada salahnya kini, kita coba mengenal dan mengetahui tentang penyebaran Islam di Negara Super Junior tersebut.
Dilansir dari islamawareness.com. cerita Islam di Korsel dimulai pada 1950 ketika terjadi Perang Korea. Saat itu, kemiskinan, kesedihan dan juga kelaparan melanda, saat itu juga Islam mulai masuk.
Masuknya Islam pertama kali dibawa oleh duo militer asal Turki yang bernama Zubercoch dan Abdul Rahman. Selama tinggal di Korea, mereka membangun sebuah gubuk untuk beribadah. Bersama anggota militer Turki lainnya, mereka menyebarkan Islam ke orang-orang setempat.
Sebagai langkah pertama pengukuhan Islam di Korea, para penganut muslim awal membentuk sebuah masyarakat Muslim Korea yang pertama kali dipimpin oleh Muhammad Umar Kim Jin Kyu, seorang muslim pribumi Korea.
Setelah terbentuk, beberapa pemimpin muslim Korea mulai diundang ke sejumlah Negara-negara Islam Asia untuk menjalin silaturahmi. Bahkan, beberapa muslim juga banyak yang menggali ilmu di Universitas Muslim di Malaysia dengan tujuan nantinya mereka dapat menjadi pemimpin muslim baru dengan bekal Islam yang kuat.
Kedatangan Wakil Menteri Malaysia, Tun Abdul Razak pada 1963, membuahkan hasil sebuah masjid dan dimulainya aktivitas dakwah. Namun bukanlah sebuah hal yang mudah untuk bisa merealisasikan dakwah sebagai sebuah kegiatan muslim terbuka saat itu. Beberapa tantangan jelas datang melanda.
Tetapi, muslim Korea tidak patah semangat dalam menyebarkan Islam dengan satu pegangan teguh percaya kepada Allah SWT. Hasil, mereka mampu mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama Korean Muslim Foundation (KMF) yang diakui sah oleh negara dan secara resmi terdaftar di Kementrian Budaya dan Informasi pada 1967. Mulai saat itulah, dakwah dapat berjalan lancar dan terbuka.
Mimpi selanjutnya dari muslim Korea adalah pembangunan masjid pusat. Hal itu mulai direalisasikan pada 1976. Dibukanya Masjid Pusat dan Pusat Islam merupakan satu titik balik terpenting dalam sejarah muslim Korea.
Setidaknya, 55 wakil dari 20 negara ikut berpartisipasi dalam pembukaan masjid dan pusat Islam tersebut. Dan yang lebih menakjubkan adalah pertambahan kuantitias muslim setelah dibukanya dua monumen muslim tersebut.
Masjid Agung dan Pusat Islam bukan menjadi akhir perjuangan, setelahnya masih ada mimpi selanjutnya yaitu melaksanakan naik haji sebagai rukun Islam kelima. Naik haji pertama memang terjadi pada 1960 dipimpin oleh Haji Subri Seo Jung Gil, namun pada 1978 dan 1979, jumlah muslim berangkat haji mencapai 130 jiwa. Kampanye naik haji muslim Korea disebut juga Boom of Middle East yang berjalan antara tahun 1974-1980.
Kini, Muslim Korea memang masih menjadi komunitas minor, namun menurut arabnews.com, Islam merupakan agama dengan penyebaran tercepat di Korea semenjak 1991. Masjid dan aktivitas Islam sering menjadi pusat perhatian bagi warga Korea yang non-muslim. Tidak sedikit dari mereka yang mengunjungi masjid terdekat untuk mengetahui Islam lebih banyak.

Roubaix, Kota Kecil Prancis yang ‘Muslim Friendly'


muslim-prancis
Roubaix, sebuah kota kecil di Timur Laut, Prancis. Kota ini berdekatan dengan perbatasan Belgia. Kota berpopulasi 98.984 jiwa ini memang kalah pamor dan gemerlap dengan Paris, Nice, Bordeux, atau Lyon. Namun, ada satu keistimewaan kota ini dibanding kota lainnya di Prancis.
Roubaix cukup dewasa menerima keberagaman, termasuk menyoal eksistensi Muslim di sini. Ketika Anda berkunjung ke Roubaix, Anda akan melihat perempuan mengenakan jilbab dan rok panjang berjalan leluasa tanpa ada yang melempari mereka dengan tomat atau didekati petugas keamanan lantaran melanggar tata cara berbusana.
Populasi Muslim di kota ini memang bukan mayoritas, namun cukup proporsional. “Saya merasa nyaman di sini,” kata Farid Gacem, pimpinan masjid Abu Bakar, yang sehari-harinya mengenakan pakaian tradisional Muslim, seperti dilansir The Washington Post. Situasi Roubaix jelas kontras dengan kota lainnya yang masih kaku dalam melihat keberagaman kendati mereka hidup dalam negara sekuler.
Banyak ketegangan terjadi, apalagi selama bulan suci seperti sekarang. Sebagai contoh saja, di Trappes, Barat Laut Paris, terjadi pertengkaran antara polisi dan Muslim yang mengenakan niqab. Di pinggiran Paris, wali kota menolak permintaan umat Islam mendirikan mushola guna dimanfaatkan selama bulan Ramadhan.
Di Roubaix, pertikaian yang melelahkan itu tidak ada lagi. Di sana memang pengangguran cukup tinggi, yakni 22 persen. Namun, itu tidak berpengaruh terhadap rasa hormat kepada multikultural. Yang menjadi pertanyaan, apakah Roubaix bisa ditiru kota-kota lain di Prancis. “Kota ini representasi kehidupan harmonis imigran dengan masyarakat Prancis,” ungkap Muhammed Henniche, Sekjen Asosiasi Muslim Seine-Saint-Dennis.
Sikap gagap Prancis terhadap Islam dan Muslim harus diakui merupakan dampak dari rasa enggan pejabat Prancis berbbicara tentang agama. Faktor sekularisme dikambing-hitamkan atas masalah ini. Kalau menilik Roubaix, rasanya tidak ada yang sulit. Wali kota Roubaix tidak ragu menawarkan bantuan kepada umat Islam, termasuk bantuan mendirikan masjid.
Jangan heran, ada enam masjid di sini, tahun depan akan kembali bertambah. Ulama pun diberdayakan guna kesembuhan pasien di rumah sakit. Soal pemakaman, Roubaix menyiapkan tiga lahan pemakaman bagi umat Islam. Subhanallah. “Kalau dilihat dari perkembangannya, seluruh Prancis akan seperti Roubaix,” kata Bertrand Moreu, juru bicara Wali kota.
Saat ini, populasi Muslim mencapai 20.000 ribu atau 20 persen dari populasi umum. Populasi yang cukup besar inii tentu berdampak pada munculnya restoran halal, pemotongan daging halal, toko buku agama Islam dan lainnya. “Motif utama kami itu hidup bersama dengan memperlihatkan identitas Islam dan warga Prancis,”  kata Sliman Taleb-Ahmed, Presiden Asosiasi Lembaga Muslim Roubaix. 

Open House LDK PARMAIS 2013 part 1

Open House LDK PARMAIS tahun ini mengusung tema "Tak Kenal Maka Ta'aruf"
Open House ini diadakan pada hari Kamis, 19 September 2013 pukul 13.30-17.00 di Aula STIAMI S1 Pusat. 
Materi yang ada di Open House pun sangat menarik antara lain :
  • Ke-LDK-an
  • Games
  • Pembagian Tata Cara Sidang
Open House kali ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu jangan sampai ketinggalan ya !!! 
#Karenakitabersaudara

Demi Raih Pahala berlimpah, LDK PARMAIS bagi-bagi Ta’jil


Foto – buka puasa bersama kader LDK PARMAIS pasca pembagian Ta’jil
JAKARTA – Lembaga Dakwah Kampus Partisipasi Mahasiswa Islam Sekolah Tinggi llmu Administrasi Mandala Indonesia (LDK PARMAIS STIAMI)  mengadakan gerakan membagi-bagikan Paket makanan ringan untuk berbuka puasa (ta’jil) di daerah sekitar pom bensin Galur, Cempaka putih pada senin sore (29/07/2013). Agenda ini dihadiri oleh belasan Kader LDK PARMAIS STIAMI beserta beberapa Mahasiswa STIAMI yang turut membantu berjalannya proses kegiatan.
                Kegiatan tersebut mendapatkan respon yang positif dari berbagai kalangan, baik pengguna jalan maupun warga sekitar. “Kegiatan ini sangat baik, Mulialah orang-orang yang membagikan ta’jil kepada masyarakat seperti saya” kata pak Usup (54 tahun) yang bekerja sebagai pemulung.
                Dimulai dengan briefing yang dilakukan di Sekretariat LDK Parmais di  Jl. Pangkalan Asem Raya No. 55 Cempaka Putih - Jakarta Pusat, lalu menuju tempat yang sudah direncanakan dengan berjalan kaki sambil membagi-bagikan ta’jil pada pejalan kaki dan pengendara sepeda motor yang melintasi jalan. “Acara ini bermanfaat tidak hanya untuk masyarakat tapi juga bagi kita sebagai mahasiswa untuk melatih kepekaan terhadap masyarakat sekitar” ujar Fadiyahul Haq, Presiden Mahasiswa STIAMI.
                Setelah pembagian ta’jil selesai acara diakhiri dengan doa dan buka puasa bersama seluruh kader LDK PARMAIS dengan penuh hikmat dan kesederhanaan. “Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah swt, dan insya allah akan bernilai pahala yang berlimpah” Jelas Ketua Umum LDK PARMAIS, Rant Guswandi.
               

                








SANG PEMIMPIN, SANG PEMIMPI: Dua Wajah yang Tak Terpisahkan


Sepotong Episode Kisah Klasik yang populis dikalangan umat manusia, perjalanan inspiratif dari sumber yang sakral dan yang sebelumnya juga telah diwariskan oleh orang-orang terdahulu. Kisah seorang anak manusia pilihan yang melihat dalam dimensi kehidupannya yang lain sebelas bintang, satu matahari dan satu bulan bersujud kepadanya. Ya, Dialah yang dianugerahi oleh Allah dengan setengah dari ketampanan Manusia yang paling mulia, Rasulullah. Dialah yang diberikan kepercayaan oleh Allah sebagai salah Satu dari 25 manusia pilihan-Nya. Sang 12 dari 114 kalam-Nya. Dialah Nabiyullah Yusuf ‘Alaihissalam. Mimpinya adalah pertanda bahwa kelak dirinya akan menjadi seorang pemimpin yang besar, disegani oleh saudara-saudaranya yang dahulu sangat membenci dirinya.Dialah bendaharawan negeri Mesir yang pandai menjaga amanah dan berpengetahuan luas [12:55].
                Kiprahnya dalam menjalankan roda kepemimpinannya tidak terlepas dari mukjizat dan pertolongan dari Allah swt, yaitu menakwilkan mimpi. Melalui mukjizat yang Ia peroleh itu, Ia dapat menakwilkan mimpi raja mesir pada saat itu yang tidak bisa ditakwilkan oleh para pemuka-pemuka kaum. Mimpi Sang Pemimpin itu kelak akan menjadi masalah yang melanda negeri yang dipimpinnya itu. Maka sebagai titik penyelesaian masalah diangkatlah Nabi Yusuf menjadi  Bendaharawan negeri. Berangkat dari mimpi sang raja , Nabi Yusuf membuat strategi, Mengorganisir dan menjalankan program penyelamatan negeri Mesir dan sekitarnya dari bahaya kelaparan menjadi sebuah manajemen strategis yang sangat luar biasa. Mimpinya menjadikan Ia sebagai pemimpin yang membawa kesejahteraan bagi manusia.
                Tentunya kita berpikir bahwa kisah tersebut adalah diktum Gesichte ist einmalig atau sejarah hanya terjadi sekali saja, tak akan pernah terulang oleh siapapun dan hanya dijadikan sebagai pelajaran masa kini. Sebuah mimpi (menurut American Heritage Dictionary, 2009) adalah deretan pemikiran, citra, suara atau emosi yang dialami pikiran saat tidur Namun mimpi yang akan kita bahas bukan hanya mimpi yang terjadi karena kebanyakan tidur, bukan  mimpi yang terjadi akbiat resonansi dalam rangkaian syaraf. Akan tetapi mimpi disini adalah suatu gagasan besar, cita-cita agung, angan-angan mulia. Lalu apa hubungannya Sang Pemimpi dengan Sang Pemimpin itu,mengapa  dua objek itu tak terpisahkan satu sama lain ??
                Mungkin jawbannya bisa kita temukan dari kisah Sang Pemimpin Sang Pemimpi lainnya. Presiden Kulit Hitam Marthin Luther King, Jr dengan pidatonya yang sangat terkenal pada abad ke- 20. “I Have a Dream”, retorika yang menawan menggugah siapa saja yang mendengarkan dimana  yang berisi seruan kesetaraan ras orang Amerika, antara kulit hitam dan kulit putih yang sampai saat ini mimpi itu menjadi nyata.
                Maka tidaklah berlebihan ketika Salah seorang ulama, pemikir, Da’i dan mujahid islam yang bernama Syaikh Hasan Al Banna, selalu mengingatkan murid-muridnya akan adanya satu kaidah sosiologi yang mengatakan bahwa “Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok Hari”.  Kaidah ini terus-menerus Ia doktrinkan kepada murid-muridnya, tentunya dengan berbagai argumentasi Al-Qur’an dan Sunnah yang dia tetapkan sebagai rujukan utama gerakannya sehingga gerakan yang Ia bangun (menurut majalah Al-Mujtama’ ) sekarang telah tersebar lebih dari tujuh puluh negara di dunia.
                Begitulah seharusnya, sikap yang dilakukan seorang pemimpin. Ia berani bermimpi,akan tetapi tidak pula menjadikan mimpinya sebagai mimpi yang kosong atau menjadikan mimpinya  seperti yang disebutkan dalam surat Al-Anbiya: 25 sebagai Ad ghatsu ahlaam (mimpi-mimpi yang kacau) namun seorang pemimpin yang menjadikan mimpinya itu sebagai cita-citanya, Visioner. Menggapai cita-cita yang besar, yaitu khoiru ummatin ukhrijat linnaas, sebagai umat terbaik yang dilahirkan manusia [3:110], cita-citaliyuzhirohu ‘alad-diini kullihi, yang diunggulkan atas segala agama [9:33]. Namun, terkadang cita-cita tersebut dianggap sebagian besar kalangan sebagai mimpi belaka, sebuah gerakan utopis yang tak kan pernah tercapai sampai kapanpun. Anggaplah hal itu adalah sebuah “Celaan orang yang mencela” [5:54] dan harus kita sikapi dengan perasaan tidak takut terhadap celaan orang-orang yang mencela.
                Lalu bagaimana cara merealisasikan mimpi-mimpi itu secara kongkret, bukan hanya sekedar menyampaikan retorika yang mengguncang-guncangkan semangat bagai api yang berkobar lalu kemudian padam lagi. Tentunya sebagai seorang Dai sebelum yang lain  kita harus melakukan langkah-langkah binaa’ur rijaal (pembinaan tokoh-tokoh masa depan). Pembinaan bersifat rabbaniyah, Akhlak yang karimah dan Karakter yang kuat serta kesabaran dalam proses pembentukannya. Sebab hanya dengan langkah seperti inilah, setapak demi setapak mimpi itu akan semakin dekat dengan kenyataan.
                Kini dunia merindukan Sang Pemimpin Sang Pemimpi, yang dengan mimpinya itu Ia dapat merubah segalanya dari mustahil menjadi mungkin. Karena Allah swt tidak akan merubah suatu kaum  kecuali jika kaum itu sendiri yang merubahnya. Maka Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu -Arai dalam novel Edensor-
Oleh : Rant Guswandi
-Mahasiswa STIAMI Jurusan administrasi pajak S1. Ketua LDK PARMAIS STIAMI 2013-2014-

Resign Dari Dakwah

Meninggalkan dakwah itu perkara yg teramat gampang. Kita tinggal sedikit demi sedikit menjauhinya saja.Tidak aktif lagi tanpa pemberitahuan. Tak merespon saat dihubungi.
Tak datang saat diundang. Nah, intinya bersikap cuek sajalah dan sibukkan dirimu dalam aktivitas yang menyenangkan. Dengan cara seperti itu kita masih dikenal sebagai aktivis dakwah, tapi sebenarnya semua itu hanya label. Tapi apa untungnya bersikap seperti itu?

Saya mencoba merenungkan bahwa meninggalkan dakwah itu perkara mudah. Sangat mudah. Tapi ternyata jauh lebih mudah bagi Allah untuk mencari pengganti kita yang jauh lebih baik untuk menggerakkan dakwah ini. Ya, jauh lebih mudah bagi Allah. Tak secuil pun dakwah dirugikan jika seseorang 'pensiun dini' dari dakwah. Dakwah akan terus berjalan, ada atau pun tanpa kita.

Kita terlibat dalam amal kebajikan memang bukan menghimpun banyak materi. Bahkan, boleh jadi, ada banyak yang kita miliki harus dikorbankan. Ya, kita tidak sedang menimbun harta berlimpah. Kita terlibat dalam dakwah karena kita berharap barakah.

Sekiranya kita 'resign' dari amal kebaikan itu, apapun alasannya, ada satu hal yang dikhawatirkan dicabutnya barakah dari hidup kita. Direnggutnya rasa qanaah terhadap harta dari diri kita. Tiba-tiba saja kita menjadi orang yang 'kemaruk' dengan duniawi, sekecil apapun ia. Seakan-akan kita berkebajikan, padahal yang kita lakukan tak lebih dari aktivitas remeh yang disesaki oleh hasrat terhadap uang.

Semakin kita kejar, rasa puas tak pernah terpenuhi.Kebutuhan terasa tak pernah tercukupi. Jika itu yang dirasakan, sesekali kita perlu menelisik, jangan-jangan barakah itu mulai dicerabut dari hidup kita.

Jika itu yang terjadi, berhentilah sejenak. Sadari
bahwa ada kerugian besar yang merenggut diri kita. Akan tetapi jika hal itu luput disadari, sedikit demi sedikit kita mulai menjauh dari amal
kebajikan, menjauh pula dari komunitas kebajikan. Lambat laun, kita menjadi berubah.
Cara kita berpikir, berasa, dan bersikap mulai bergeser.

Mungkin tidak disadari. Kita mulai bermental sebagai penumpang dan tidak lagi
memiliki 'driver mentality.' Setiap nasihat yang disampaikan teras ditelunjukkan kepada diri kita.

Kita merasa disindir dan dipojokkan. Padahal, tidak
untuk maksud itu nasihat diberikan. Lebih karena
telah teramat kering hati kita dari kebaikanlah yang sebabkan nasihat seperti apapun terasa menyindir kita. Jika itu yang terjadi, segeralah
untuk menyadari.

Mueeza , Kucing Kesayangan Nabi Muhammad

Didalam perkembangan peradaban Islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan Islam.

Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala Nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.


Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda,”Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada dilantai.” (HR. Bukhori) 
 
KUCING ITU TIDAK NAJIS

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis.
Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis?
Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis? 
Faktanya adalah
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri.
Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri.
Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.

 Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu.
Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum.
Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”
Ia menjawab, “Ya.”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”
(HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.
Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”
Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana.
Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur.
Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.
Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut.
Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing,
(HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.


 

HATI HATI TULIS STATUSMU

HATI HATI TULIS STATUS, MULUTMU HARIMAUMU
STATUSMU DAN INBOXMU DICATAT OLEH MALAIKAT

“INGATLAH JIKA PERBUATAN DAN HATI AKAN DIHISAB DI AQHIRAT NANTI” [ 21:1]

Tanpa kita sadari, setan menggangu kita melalui situs ini. Jika kita tidak berhati-hati dan koreksi diri kita dapat terjerumus dalam berbagai dosa & maksiat. Demi Masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang selebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi setan yang ditunggu-tunggu …’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada kabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang selebritis yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih……mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi. Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih……ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya, apapun, diketahui orang , dikomentarin orang bahkan mohon maaf ….’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook , setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…..?” —— kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “Mau ditemanin? Dijamin puas deh…?”

Seorang wanita lainnya menuliskan “Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…” kemudian komen2 nakal bermunculan…
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi…. ”, —-kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya …., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu….” —-lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih…., ada yang mau menerima tantangan ? ’—-langsung berpuluh2 komen datang.
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih ”.

Dan ribuan status-status yang numpang jahilliyah dan pengen ada komen-komen dari lainnya.

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek…..padahal sebagian besar yg di dalam foto tersebut sudah berjilbab.

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan Islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria….

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah…., yaitu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya . Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:

“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang Humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab, “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata, “Baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah….

Ingatlah Abdurahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka Abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga .
Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menegaskan dengan sindiran keras kepada kita:

“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).

Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

catatan:

***” Iffah (bisa berarti martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab untuk menyatakan upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan tercela.”
Beberapa orang sering dengan mudahnya meng-up date status mereka dengan kata-kata yg tidak jelas” entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan pengin ada komen-komen dari lainnya”.

> Dingin . . .
> B.E.T.E. . . .
> Capek
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> . . .
> Aku masih menanti . . .
etc….
_______________________________________________
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”( HR Muslim)

Apabila ada kebaikan dalam catatan ini, maka sebaiknya mari kita SEBARKAN untuk dibaca oleh orang yg kita cintai.

“Orang yang menyeru (menyuruh/menasehatkan) kepada kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkan seruannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Sebaliknya, orang yang menyeru kejahatan akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkannya sedikitpun.” (HR. Muslim)

Source :  Mencintai Karena Allah (Grup FB)

Pengurus LDK Parmais Periode Jihad 2012-2013

Ketua Umum                                                    : Robbi Annas    (085694343389)
Wakil Ketua                                                     : Rant Guswandi (089652732967)

Sekretaris                                                        : Notika Rahmi   (085782176948)
Bendahara Umum                                            : Nur Hayati     (08989729580)

Div.PPM (Pengembangan Potensi Muslim)       : - Uhk. Sandi Fathawati Sulistiawaty  (kad.div)
                                                                           (085781230636) 
                                                                         - Akh. Muh. Hamzah
                                                                         - Akh. Sidik Purnomo
                                                                         - Akh. Muhammad hendra
                                                                         - Uhk. Citra Nur Yuliani
                                                                         - Uhk. Nur Afifah Septianingsih
                                                                         - Uhk. Husna
                                                                         - Uhk. Fadiyahul haq

Keutamaan Hari Jumat

Keutamaan Hari Jumat
Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا
“Sebaik-baik hari adalah hari Jum’at, karena pada hari itulah Adam diciptakan, pada hari itu pula dia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu pula dia dikeluarkan darinya.” (HR. Muslim no. 854)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا
“Barangsiapa yang berwudhu lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia mendatangi shalat jumat, lalu dia mendengarkan (khutbah) dan tidak berbicara, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu sampai hari jumat depannya, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang memegang-megang batu kerikil, maka dia telah berbuat kesia-siaan.” (HR. Muslim no. 857)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Antara shalat lima waktu, antara shalat jumat satu ke shalat jumat berikutnya, dan antara puasa ramadhan ke puasa ramadhan berikutnya adalah penghapus untuk dosa di antara keduanya, apabila dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 857)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membicarakan perihal hari jumat. Beliau bersabda:
فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
“Di dalamnya ada satu waktu dimana tidaklah seorang hamba muslim mengerjakan shalat lalu dia berdoa tepat pada saat tersebut, melainkan Allah akan mengabulkan doanya tersebut.” Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya saat tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 1415 dan Muslim no. 852)
Penjelasan ringkas:
Hari jumat merupakan hari agung yang Allah mengistimewakan umat Islam dibandingkan semua umat sebelumnya dengan menganugerahkan kepada mereka hari ini. Hari jumat ini merupakan hari terciptanya manusia pertama, hari dia dimasukkan ke dalam surga, hari dia dikeluarkan darinya, dan tidak akan tegak hari kiamat kecuali pada hari jumat. Dia merupakan hari raya pekanan kaum muslimin, shalat berjamaah pada hari tersebut (shalat jumat) -ditambah syarat lainnya- merupakan penghapus dosa selama sepekan ke depan bahkan Allah menambahkan padanya 3 hari sebagai rahmat dan keutamaan-Nya kepada para hamba. Di akhir hari tersebut ada waktu mustajabah dimana Allah menjamin akan mengabulkan doa orang yang berdoa saat itu. Dan para ulama menyatakan bahwa waktu tersebut adalah antara shalat ashar dan maghrib di akhir hari jumat.
Sebagai tambahan, penghapusan dosa yang tersebut dalam hadits Abu Hurairah yang kedua dan yang ketiga, dipersyaratkan: Dia harus berwudhu dengan wudhu yang sempurna, mendengarkan khutbah dengan seksama dengan tidak berbicara apapun ketika imam berkhutbah, tidak mengerjakan satupun amalan sia-sia seperti mempermainkan kerikil dan semacamnya, lalu ikut mengerjakan shalat jumat. Wallahu a’lam

ISLAM FAIR


Assalamualaikum ya akhi ya ukhti…
Dalam Rangka memeperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kami dari LDK PARMAIS STIAMI akan mengadakan acara “ISLAM FAIR” yang bertemakan “Membangun ukhuwah dan syi’ar melalui seni Islam”. Di dalam acara ini, ada serangkaian acara di dalamnya, yaitu:
1.       Festival Nasyid
Peserta        : Pelajar SMA/SMK/MA & Mahasiswa Se-Jabodetabek dan Umum (Max usia 26 Tahun)
2.     Lomba Kaligrafi
Peserta : Pelajar SMA/SMK/MA Se-Jabodetabek
3.     Kajian Islam
Penceramah:  Ust. Yusuf Mansur*
4.     Bazaar
Bazaar buku-buku Islam, aksesoris, dll

5. Guest Star
Izzatul Islam 
Sebelumnya, maaf ada perubahan jadwal pelaksanaan lomba dikarenakan pada tanggal 14 Maret 2012, di kampus kami sedang ada kegiatan. Lomba ini insyallah akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2012.

Syarat dan Ketentuan Perlombaan:

A.   FESTIVAL NASYID
1. Lomba diadakan selama satu hari di Kampus STIAMI
   JL.Pangkalan Asem Raya No.55, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
   Sebelumnya diinformasikan akan diadakan dua babak, namun karena halangan teknis,   maka lomba hanya diadakan satu babak dalam satu hari.

2. Setiap tim nasyid terdiri dari minimal 3 orang maksimal 10 orang.
3. Peserta lomba nasyid belum memiliki album.
4. Masing-masing tim membawakan 1 lagu wajib dan 1 lagu bebas dengan Tema “Membangun ukhuwah dan syi’ar melalui seni Islam”

Lagu Wajib :
  • “Damai” (NowSeeHeart)
  • “Bismillah” (Raihan)
  • “Rumus Canggih“ (Justice Voice)
  • “Anugrah yang Trindah“ (Gradasi)
  • "Muhasabah Cinta" (Edcoustic)
  • "Insya Allah" (Maher Zein)
Lagu Plihan :”Bebas sesuai tema.”
(Peserta boleh membawakan lagu ciptaan sendiri.)
5. Biaya pendaftaran tiap tim Rp. 150.000,00.Biaya Pendaftaran dapat diserahkan saat TM maupun saat pendaftaran langsung atau kirim melalui rekening:
a. Bank Muamalat 921-829-3150 a.n. Fadiyahul Ha; atau
b.Bank Syari'ah Mandiri 221-704-2457 a.n. Miranti Verdiana Putri
(harap konfirmasi setelah transfer dan bawa bukti transfer saat technical meeting)

6. Setiap tim nasyid harus mengisi formulir pendaftaran http://www.ziddu.com/download/18368922/formpendaftarannasyid.doc.html. Lalu dikirim  melalui email ldkparmais@gmail.com atau datang langsung ke Sekertariat KM STIAMI (Ruang LDK PARMAIS) di Kampus STIAMI Pusat
7. Technical Meeting akan dilaksanakan pada tanggal 07 Maret 2012 Pukul 13.00
8. Panitia tidak menyediakan alat musik.

Info lebih lanjut bisa menghubungi
CP:

Putra : Akh Robi (085694343389)
Putri : Ukh Fadiyah ( 083872612277)

 
B. LOMBA KALIGRAFI

1. Peserta tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-DKI Jakarta
2. Panitia hanya menyediakan media kaligrafi (tidak menyediakan alat-alat kaligrafi).
3. Peserta membuat kaligrafi yang diberitahukan selanjutnya oleh panitia saat Technical Meeting
4. Peserta mendaftarkan diri dengan mengisi form (http://www.ziddu.com/download/18368921/FORmlombakaligrafi.doc.html) dan dikirim  melalui email ldkparmais@gmail.com atau datang langsung ke Sekertariat KM STIAMI (Ruang LDK PARMAIS) di Kampus STIAMI Pusat
5. Biaya pendaftaran tiap individu Rp. 40.000,00.Biaya Pendaftaran dapat diserahkan saat TM maupun saat pendaftaran langsung atau kirim melalui rekening:
a. Bank Muamalat 921-829-3150 a.n. Fadiyahul Ha; atau
b.Bank Syari'ah Mandiri 221-704-2457 a.n. Miranti Verdiana Putri
(harap konfirmasi setelah transfer dan bawa bukti transfer saat technical meeting)
6. Syarat lain :
a. Bersih
b. Rajin
c. Artistic
d. Estetik
e. Teknik pewarnaan bebas
f.  Alat bebas
7. Technical Meeting akan dilaksanakan pada tanggal 07 Maret 2012


Info lebih lanjut bisa menghubungi
CP:

Putra : Akh Robi (085694343389)
Putri : Ukh Fadiyah ( 083872612277)

LDK PARMAIS STIAMI NEWS

Assalamualaikum wr.wb

Akhi dan Ukhti ada info Terbaruni dari LDK PARMAIS STIAMI info terbarunya yaitu _
    LDK PARMAIS akan mengadakan MENTARI lohhhh, MENTARI singkatan dari "Menggapai Taqwa Ridho Illahi"
Bagi temen-temen LDK PARMAIS STIAMI yang ingin ikut dalam kegiatan MENTARI itu dijamin ga kan rugi dehh, karena disana kita akan sama-sama belajar tentang Ke ISLAMAN serta Belajar tentang ...... mau tau kita belajar apa lagi ayookkk mari kita ikut dan DAFTARKAN SEGERA DIRI ANDA AKHI DAN UKHTI kita tunggu pendaftaran Mulai hari ini di SEKRETARIATAN LDK PARMAIS STIAMI DARI JAM 10:00 s/d 15:00 WIB, 
Nahhh!!!!!! ADA 1 lagi ni kita juga di sana sexan RIHLAHH ATAU JALAN-JALAN JADI Dijamin GA RUGI DEH ikut MENTARI LDK PARMAIS STIAMI yang Insya Allah dilaksanakan pada:

   Hari, Tanggal >>>>  Kamis s/d Sabtu, 24 s/d 26 November 2011
   Tempat >>>>>>>> Villa Hutagalung, Tugu Puncak Bogor
   Pendaftaran >>>>>> Rp. 70.000 / Orang
   Tempat Pendaftaran >>>>> SEKRETARIAT LDK PARMAIS STIAMI

Catat Tanggal Dan CEPAT DAFTAR YA??? LDK TUNGGU SAMPAI TANGGAL 19 NOVEMBER 2011 !!!!
iNFO LEBIH LANJUT Hubungi Contack Person ni ya?
 
 STIAMI D3_ CITRA _ 085710021900
 
  STIAMI S1 PUSAT
   Ikhwan >>>> _ MAHAR_ 083873004090
                         _  SYAHLAN_ 085693018873

    Akhwat >>>>>    _CHIKA_ 085782176948
                                - MIRANTI _ 08979712788

SAAT KEMATIAN MEMBERI SALAM PADAKU

Saat Kematian Memberi Salam Padaku
Aku tertegun ketika melihat sosok dengan wajah pucat dan disumpal dengan kapas pada mulut, hidung, dan telinganya. Yang terbujur kaku dihadapanku. Diselimuti dengan kain berlapis. Dia begitu mirip denganku. Di sekelilingnya orang-orang terisak sambil membacakan surat Yaasin untuknya. Seorang perempuan yang mirip ibuku menangis tersedu-sedu ketika membuka kain penutup mukanya. Lalu dua perempuan lain yang sebaya dengannya menenangkan dia. Dan di sekitar rumahnya ada orang-orang yang menyesali kematiannya yang dianggap begitu cepat. Ada orang yang tidak percaya kalau dia telah wafat. Ada orang yang merasa kasihan pada dia dan keluarga yang ditinggalkannya. Suasana disitu begitu riuh oleh isak para pelayat.
Di teras rumahnya seorang bapak menahan tangis lirih airmatanya. Dia mencoba terlihat tegar meski sebenarnya hatinya begitu lemah untuk menerima kenyataan yang ada. Disampingnya seorang temannya mencoba menemaninya, dan hal itu agak meringankan kesedihannya. Dia masih ingat, ketika dulu anaknya yang masih TK memenangkan lomba menggambar tingkat provinsi dan tentang cita-cita anaknya yang ingin menjadi presiden, dia begitu bangga. Betapa anaknya itu akan tumbuh menjadi sosok yang sangat luar biasa. Tak pernah dia berpikir kalau semua itu akan pupus pada usia anaknya yang masih 20 tahun. Sungguh tragis.


Tiba-tiba, sesuatu yang aneh bergerak dalam kepalaku. Ada sesuatu. Ini seperti rumahku. Hey !! Aku ingat, Aku kenal orang-orang ini. Perempuan yang menangis ketika membuka kain penutup muka itu adalah ibuku, dan bapak itu, itu adalah bapakku. Dan jasad yang terbaring itu, itu jasadku. Aku bingung. Benar-benar bingung. Aku sudah mati? Tidak! Ini pasti mimpi. Yah, ini pasti mimpi.
Lalu tiba-tiba aku merasa panas pada tubuhku. Sangat panas, lalu kemudian perlahan-lahan mulai sejuk. Seketika itu muncul sesosok laki-laki bercahaya dan berwajah tampan yang mengenakan jubah putih serta sorban yang juga berwarna putih di kepalanya. Dia menghampiri diriku.
“siapa gerangan tuan?” tanyaku kebingungan. “aku adalah amalmu yang akan menemanimu dalam kuburmu.” jawabnya, lalu ia tersenyum padaku.
Aku masih bingung.
Lalu di halaman rumahnya, terdapat sebuah pagar kain yang berbentuk segi empat 3X3 m, sepertinya itu adalah tempat bekas untuk memandikan jasadku. Tanahnya masih basah. Didalamnya masih terdapat sebuah altar yang beralaskan gedebong pisang. Aroma sabun masih menyengat di dalamnya. Di situlah jasadku dimandikan, di wudhukan sampai bersih dari segala najis dan kotoran.
Semakin banyak orang yang berdatangan mengucapkan belasungkawa. Ada yang hanya melihat saja, ada yang ikut sibuk mempersiapkan kain kafan dan lain-lain. Semua perabot di ruang tamu dikeluarkan. Lalu tak berselang lama, enam orang pria dengan tubuh kekar datang sambil memanggul sebuah keranda mayat. Orang-orang yang menghalangi jalan segera minggir. Lalu keranda itu diletakkan dipinggir jasadku. Setelah semua selesai membaca surat Yaasin untukku, jasadku dikafani dan diletakkan pada keranda itu, kemudian orang-orang yang ku kenal yang adalah tetanggaku mengangkat keranda itu dan membawanya ke masjid terdekat dengan rumahku untuk dishalati. Di belakang para pengangkat keranda itu ada sepupuku, hafid, dia memegang payung hitam yang gagangnya disambung dengan tongkat yang biasa digunakan untuk kegiatan Pramuka. Setelah dishalati, seorang kiai yang masih ada hubungan darah dengan bapakku mulai berdoa dan berpidato meminta keikhlasan dari orang-orang yang ku kenal. “…. barang kali almarhum punya sangkutan mohon diikhlaskan. Bagi yang sangkutannya cukup besar dan tidak ikhlas jika merelakannya silahkan ungkapkan saja sekarang, agar almarhum merasa ringan di alam sana.”
Setelahnya, keranda yang berisi jasadku itu diantar menuju pekuburan terdekat. Di sana sudah disiapkan liang kubur untuk jasadku dengan ukuransekitar 2X1,5 meter dan kedalaman sekitar 2 meter. Iring-iringan orang yang mengantar kepergianku begitu banyak. Sampai ada yang tidak aku kenal sama sekali. Dan diantara orang-orang itu ada teman-temanku yang ikut mengantar jasadku. Dan hampir semua teman-teman perempuanku menangis, diantaranya adalah gadis yang sangat aku cintai. Yah, dialah pujaan hatiku, Fatimah az-Zahra. Namanya mirip dengan putri Rasulullah, dan dia begitu cantik. Dialah satu-satunya gadis yang ada di dalam hatiku. Meski aku tidak pernah mengungkapkan cintaku padanya secara terang-terangan, tapi dia tahu aku sangat mencintainya. Dan akupun tahu dia juga mencintaiku. Dan sungguh sangat ironis melihat cinta kami terpisahkan oleh maut.
Sampai disana, jasadku dikeluarkan dari keranda, dan di dalam liang kubur itu sudah bersiap-siap orang-orang yang akan menerima jasadku untuk mereka letakkan di tempat peristirahatan terakhirku. Dan setelah doa dan azan dikumandangkan, secara perlahan tanah kuburan itu diletakkan pada jasadku, sampai akirnya tenggelamlah jasadku di tanah itu. Jasadku terkubur disitu. Kemudian pak kiai membacakan doa lagi untukku. Dan orang-orang mulai beranjak pergi meninggalkan kuburku. Satu per satu mereka pergi. Mulai dari orang-orang yang tidak aku kenal, para tetangga, teman-temanku– juga Fatimah az-Zahra–, keluarga dekatku, dan disitu hanya tersisa ibu dan bapakku. Ibuku masih terisak-isak, sedangkan bapakku mencoba tegar dan menenangkan ibuku. Ingin rasanya aku memanggil mereka berdua, tapi itu sia-sia.
Akirnya sepi, tempat itu menjadi sepi. Hanya gundukan tanah yang masih basah yang dimana jasadku bersemayam didalamnya. Kini aku sudah mati. Mungkin untuk beberapa hari aku masih diingat dan masih banyak orang yang berkunjung ke rumahku, tapi itu tidak akan lama. Pasti aku akan dilupakan. Aku tahu itu. Waktulah yang akan menjawabnya.
Selamat jalan untuk diriku yang telah wafat. Selamat tinggal untuk kedua orang tuaku, keluarga besarku, teman-temanku, guru-guruku, tetanggaku, dan selamat tinggal Fatimah az-Zahra gadis impianku. Semoga kau temukan pendamping hidup yang setia seperti Ali bin Abi Thalib. Aku mencintaimu, aku mencintai kalian semua.
Innalillahi wa inna illahi rojiun………….

idul adha





Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan istilah Hari Raya Qurban merupakan salah satu hari raya yang begitu akbar dirayakan oleh seluruh umat Islam baik di bumi Nusantara maupun di belahan dunia lainnya. Dikumandangkannya Takbir, Tahlil dan Tahmid sejak 10 Dzulhijjah sampai 13 Dzulhijjah yang merupakan hari Tasyriq, menandakan, Idul Adha memiliki nuansa dan getaran Tauhidiyah yang sendiri.

Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan istilah Hari Raya Qurban merupakan salah satu hari raya yang begitu akbar dirayakan oleh seluruh umat Islam baik di bumi Nusantara maupun di belahan dunia lainnya. Dikumandangkannya Takbir, Tahlil dan Tahmid sejak 10 Dzulhijjah sampai 13 Dzulhijjah yang merupakan hari Tasyriq, menandakan, Idul Adha memiliki nuansa dan getaran Tauhidiyah yang sendiri.

Perayaan Idul Adha yang ditandai dengan penyembelihan hewan qurban pada hakikatnya membawa pikiran, hati dan keimanan kita larut kepada satu peristiwa besar yang terjadi puluhan abad yang silam. Kisah yang begitu mengharukan dari seorang hamba Allah yang taat yaitu Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail yang begitu sabar dan patuh pada perintah Sang Khalik, Allah SWT, yang untaian kisahnya begitu indah dilukiskan dalam Al Quran surah Ash-Shafat ayat 102-105 yang artinya 'Maka ketika anak itu sampai pada umur dewasa yakni sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, 'Wahai anakku yang kusayang, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu.
Maka fikirkanlah, bagaimana pendapatmu. 'Dia (Isma'il) menjawab,'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatkanku termasuk orang yang bersabar. 'Maka setelah keduanya bertekad bulat dalam berserah diri (kepada Allah) dan dibaringkan pipi (Isma'il) di atas tanah. Kemudian kami berseru kepadanya, 'Hai Ibrahim, engkau telah benar-benar melaksakan perintahKu dalam mimpi itu. Demikianlah sesungguhnya Kami membalas orang-orang yang berlaku baik. '

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Isma'il AS digambarkan Allah SWT sebagai ujian keimanan yang nyata sebagai mana Firman-Nya dalam surah Ash-Shafat ayat 106 yang artinya, 'Sesungguhnya ini merupakan uji coba yang nyata.'Dan dalam lanjutan kisah penyembelihan ini Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang menggantikan Nabi Ismail dengan sembelihan dari syurga yakni seekor kibas yang besar yang dahulu dikorbankan oleh Habil, putra Nabi Adam AS sebagaimana Firman Allah dalam surah Ash-Shafat 107 yang artinya,'Kami tebus anaknya itu dengan sembelihan besar (seekor domba/kibas).'

Ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjunjung tinggi perintah Allah dan keikhlasan serta kesabaran Nabi Ismail mengundang kekaguman para malaikat yang menyerukan kalimat Takbir, 'Allahu Akbar Allahu Akbar', yang disambut Nabi Ibrahim dengan kalimat Tahlil, Laailaha Illallahu Allahu Akbar, yang diikuti pula oleh Nabi Ismail dengan ucapan Tahmid, 'Allahu Akbar WalillahIlhamd 'yang hingga saat ini, rangkaian kalimat yang mulia ini menghiasi ratusan juta bibir umat Islam saat merayakan Idul Adha. Rangkaian kisah keluarga taat yang Allah Abadikan dalam Al Quran nul karim tentunya mengandung banyak hikmah dan pelayaran yang sangat berharga bagi seluruh ummat manusia. Ibnu Katsir, salah seorang ulama Tafsir terkemuka menyatakan apabila Allah SWT mengabadikan satu kisah dalam Al Quran, maka sesungguhnya kisah ini amat bernilai tinggi dan berisikan pelajaran yang sangat berharga bagi manusia.

Adapun beberapa hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa Idul Qurban antara lain adalah:
Yang pertama, hanya kepada Allah SWT segenap cinta kita curahkan karena Rahmat dan Nikmat-Nya kita terima setiap waktu dan saat yang tiada terhitung banyaknya sekalipun kita gunakan air laut sebagai tintanya dan seluruh rantai pepohonan sebagai penanya; Maka niscaya akan keringlah seluruh lautan dan habislah semua pepohonan sementara nikmat Allah masih banyak yang belum kita tuliskan. Cinta kepada Allah akan berimplikasi pada keikhlasan dan kepatuhan kita dalam menjunjung tinggi perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Yang Kedua, Hanya kepada Allah kita persembahkan segala puji sekali pun pada kenyataannya banyak manusia yang suka dipuji bahkan tidak jarang minta dipuji; karena kepada hakekatnya hanya Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi. Bukankah kita senantiasa melafazkan ayat Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin Yang artinya segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh sekalian alam?

Yang ketiga, hanya kepada Allah SWT kita berserah diri amal ibadah yang kita dirikan siang dan malam, Dzikir yang kita lafadzkan pagi dan petang yang didasari dengan niat ikhlas tanpa mengharapkan pujian dari makhlukNya, pada akhirnya akan kita persembahkan kepada Allah sebagai wujud pengabdian hamba kepada Rab-Nya. Bukankah setiap hari kita berikrar dalam doa Iftitah pada shalat yang kita dirikan bahwa 'Sesungguhnya shalatku dan semua ibadahku, dan hidupku dan matiku hanyalah buat Allah Tuhan Seluruh sekalian alam.'Karenanya perayaan Idul Adha sudah kita jadikan momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT menjunjung tinggi segala perintahnya, menjauhi semua larangan-Nya, senantiasa berserah diri pada-Nya dan mengharap ampunan serta Ridha-Nya, Wallahu a'lam bisshawab.


Imtaq & Iptek, Menuju Peradaban Barokah

Kemerosostan berfikir, dan kurangnya keimanan pada diri kaum muslimin pada akhir kekhilafahan Utsmaniyah, adalah salah satu sebab runtuhnya peradaban Islam yang sebelumnya telah memimpin dunia. Runtuhnya peradaban Islam ini tidak lepas dari intervensi pemikiran yang dilakukan oleh negara-negara Barat. Mereka menyusupi ide-ide dan pemikiran-pemikiran asing dengan tujuan memisahkan ruh keimanan pada diri pemuda muslim dengan harapan agar mereka jauh dari tuntunan Islam. Dengan terpisahnya ruh keimanan pada diri-diri pemuda muslim, maka akan mudah bagi mereka untuk merusak tatanan peradaban Islam, menghapus peradaban Islam, dan menjadikannya sebuah sejarah yang lapuk. Secara perlahan dan tak kenal lelah, mereka secara terus menerus berusaha sekuat tenaga untuk merusak generasi muda muslim agar mereka dapat meruntuhkan peradaban Islam dan menggantinya dengan peradaban mereka. Ketika pemikiran-pemikiran Barat dirasa sudah cukup diterima oleh pemuda muslim, mereka memulai dengan strategi kedua, yaitu menyusupkan budaya-budaya Barat yang sejatinya sangat bertentangan dengan Islam. Dengan persiapan dan strategi yang matang, akhirnya budaya Barat mudah sekali diterima setelah sebelumnya pemuda Islam diracuni oleh pemikiran-pemikiran Barat. Mereka terus memberikan pengaruhnya kepada dunia Islam tanpa mengenal kompromi, sehingga terjadilah zaman yang tidak pernah ada sebelumnya, yaitu kemerosotan berfikir umat Islam, zaman kegelapan bagi kaum muslimin sedunia. Zaman ketika para pemuda muslim benar-benar telah lemah keimananya, lemah jiwanya, dan lemah pula perekonomiannya. Pada masa inilah mereka mulai bertindak liar kepada seluruh kaum muslimin. Mereka selalu berusaha memaksakan kehendaknya kepada kaum muslimin untuk selalu tunduk kepada mereka. Berbagai ancaman mereka tujukan kepada kaum muslimin yang tidak mau menaatinya, bahkan tidak segan-segan mereka membunuhnya. Mereka selalu melakukan berbagai cara untuk memuluskan niatnya menghapus peradaban Islam dari peta dunia.
Pemuda Muslim, Aset Untuk Membangun Kembali Peradaban

Sebuah peradaban besar, dimulai dari cara berfikir para pemudanya. Jika para pemuda muslim sudah lemah dari sejak awal berfikir, maka membangun sebuah peradaban adalah hal yang utopis. Namun jika para pemuda muslim memiliki pemikiran yang cemerlang dan mendalam, tingkat optimisme yang tinggi akan sebuah kesuksesan, diiringi dengan keimanan yang mantap dalam dirinya, maka membangun sebuah peradaban adalah suatu keniscayaan. Membangun peradaban sebuah hal yang realistis dan pasti jika diperjuangkan terus menerus tanpa rasa lelah.

Membangun peradaban, dimulai dari dunia pendidikan. Kampus adalah institusi pendidikan yang mampu mendidik para pemuda muslim untuk menjadi sang pioneer peradaban. Dalam dunia kampus, pendidikan tidak hanya diajarkan melalui pendidikan yang dikurikulumkan saja. Namun ada pendidikan di luar itu yang kelak mampu mendidik seorang mahasiswa untuk memiliki nilai lebih. Pendidikan itu akan mampu membentuk karakter pemuda untuk menjadi seorang pejuang suatu ideologi. Apakah itu ideologi Islam yang memperjuangkan syariah, atau ideologi lain yang tidak sesuai dengan Islam. Menjadi pioneer dalam membangun peradaban Islam, atau malah menjadi pemuda yang turut mempertahankan peradaban rusak yang ada saat ini. Semua itu tergantung pada corak ideologi yang dimiliki dunia kampus. Ketika dunia kampus sangat kondusif akan ilmu-ilmu Islam, pergolakan pemikiran Islam sangat masif di tengah-tengah mahasiswa, pemikiran-pemikiran Islam mendominasi lingkungan kampus, opini-opini keislaman bergema dengan kuat, maka akan mudah  bagi lahirnya pemuda muslim yang memiliki keimanan yang mantap. Namun ketika kemungkaran dalam dunia kampus lebih dominan, pemikiran-pemikiran Islam tidak nampak, opini-opini keislaman pun tidak terdengar, maka akan sangat sulit didapati seorang pemuda muslim yang berkarakter Islami.

Dari kepribadian pemuda Islam yang Islami inilah, maka akan terpancar nilai-nilai Islam di dalam dirinya. Kekuatan aqidah yang ada di dalam dirinya akan mampu memimpinnya dalam mengambil setiap keputusan dalam menjalani kehidupan. Pemuda muslim dengan pemuda yang biasa-biasa saja, memiliki perbedaan dalam menyikapi permasalahan. Keduanya seperti yang telah banyak dipahami, bahwa pemuda muslim akan selalu menjadikan aqidah Islam sebagai landasan berfikir dan kepemimpinan berfikir. Mereka akan menjadikan halal dan haram sebagai tolak ukur mereka dalam mengambil keputusan dan bertindak. Mereka akan memikirkan pertanggungjawaban atas apa yang difikirkan dan dilakukannya. Karena itu mereka menjadikan aqidah Islam sebagai landasan berfikir dan kepemimpinan berfikir. Mereka menjadikan Islam sebagai tuntunan dalam semesta aktivitas mereka. Sehingga mereka memang patut untuk diharapkan untuk menjadi pioneer pembangun peradaban. Mereka menjadi harapan umat untuk mengemban amanah agung ini. Membangun peradaban dunia.

Berbeda dengan pemuda yang biasa-biasa saja, dalam berfikir mereka akan menjadikan kepentingan pribadinya sebagai landasan untuk bertindak. Semua aktivitas yang mereka lakukan akan dipimpin oleh landasan berfikirnya, yaitu kepentingan pribadi. Semua yang dilakukan adalah upaya untuk mencapai keberhasilan dari kepentingan mereka. Mendapatkan sesuatu yang mereka impikan tanpa pernah merasa bahwa yang mereka lakukan tidak benar. Dengan kata lain mereka memisahkan permasalahan agama dalam kehidupannya. Berkeyakinan bahwa agama hanyalah mengurusi masalah ritual saja. Tidak pernah agama mengatur ursan mereka dalam berkeluarga, berwirausaha, berpolitik dan bergaul dengan masyarakat, sehingga mereka tidak pernah berfikir bahwa apa yang difikirkan dan diperbuatnya akan dipertanggungjawabkan olehnya dihadapan Allah. Hal inilah yang terjadi saat ini ketika mereka menebang hutan sembarangan tanpa memikirkan dampak kerusakan ekosistem. Mereka tidak segan-segan merusak alam untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Mereka melupakan tuntunan Islam dalam menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem. Mereka sungguh tidak bisa diharapkan untuk memimpin umat dan membangun peradaban dunia.

Pemuda yang mampu merubah peradaban adalah pemuda yang berakal, bertaqwa dan menguasai Iptek. Pemuda merupakan generasi baru yang akan meneruskan kepemimpinan dunia. Pemuda yang tidak memiliki keimanan, maka seluruh pemikiran dan perbuatannya akan jauh dari Islam. Begitu juga dengan pemuda yang beriman, maka seluruh pemikiran dan perbuatannya akan sesuai dengan Islam. Pemuda yang beriman dan menguasai Iptek akan berusaha berpijak kepada Islam dalam segala aktifitasnya. Mereka selalu sktif menelurkan ide-ide kreatif untuk kemajuan Iptek dengan dorongan keimanan dan ibadah. Pemuda inilah cikal bakal pemuda yang diharapkan berkontribusi untuk tegaknya peradaban Islam. Pemuda yang hanya menguasai Iptek namun tidak beriman, maka keahliannya sangat sulit diharapkan untuk turut berkontribusi membangun peradaban. Bisa jadi sebaiknya, dengan keahliannya ia malah menghambat kembali hadirnya peradaban Islam.
Merekalah Pemuda Muslim Harapan

Sudah saatnya bagi pemuda muslim untuk terbangun dari tidurnya. Bersatu menyambut panggilan suci ini untuk membangun kembali peradaban Islam. Peradaban yang sedang diperjuangkan merupakan peradaban yang sudah pernah ada. Olehkarenanya membangun peradaban yang sudah pernah exist adalah sesuatu yang lebih mudah daripada membangun peradaban yang belum pernah tergambarkan sebelumnya. Namun meskipun lebih mudah, perjuangan ini tetap harus sungguh-sungguh dan serius. Perjuangan tersebut tidak boleh lepas dari pijakan Islam. Semua aktifitas perjuangan harus sesuai dengan nila-nilai Islam, baik itu pemikirannya, maupun metode perjuangannya. Semuanya harus terbebas dari virus-virus pemikiran Barat. Perjuangan tidak bisa dilakukan secara personal, tetapi dilakukan secara berjamaah. Perjuangan berjamaah akan mampu membentuk dan mengantarkan pemuda dari pemuda biasa-biasa saja menjadi pemuda muslim yang tangguh. Ingatlha bahwa domba yang sendirian akan lebih mudah untuk dimangsa.

Pemuda muslim pejuang yang tangguh ialah pemuda yang menjadikan iman dan taqwa sebagai energi bagi mereka. Para pemuda muslim yang yakin bahwa lelahnya mereka dalam membangun peradaban Islam, sama dengan lelahnya yang dialami oleh pemuda-pemuda lain yang kini sedang menghalangi mereka dalam upaya membangun peradaban Islam. Mereka termotivasi dengan keimanan bahwa usaha mereka tidak akan disia-siakan oleh Allah dalam membangun peradaban. Sudah selayaknya bagi para pemuda muslim untuk terus bergerak dan berjuang dengan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah untuk membangun peradaban yang penuh dengan rahmat. Dakwah tak akan berhenti ketika dakwah telah menyatu dalam dirinya dan mengalir bersama aliran darahnya. Dakwah laksana nutrisi layaknya oksigen yang akan membangkitkan sel-sel dalam tubuh untuk terus tunduk dan patuh kepada Allah dan siap sedia untuk mengemban misi suci dari Dzat Yang Mahasuci.

Ketika pemuda muslim merasa bahwa dirinya adalah agen yang ditugaskan oleh Allah di bumi, menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai peta perjuangan, maka akan terlahir seorang pemuda muslim yang tangguh, yang akan menggerakkan dan menjadi pematik bagi pemuda-pemuda Islam yang lain untuk turut menjadi pemuda muslim tangguh berikutnya. Para pemudah muslim tangguh inilah yang akan membangun sebuah peradaban raksasa yang agung, yang pernah berdiri meliputi dua pertiga dunia hingga lebih dari 13 abad, yang kelak menjadi pusat peradaban dan mercusuar bagi lahirnya sains dan teknologi. Peradaban ini tentunya peradaban yang bermoral, memiliki nilai-nilai Islam dan mengemban risalah Islam agar terwujud Islam rahmatan lil ‘alamin. Mereka ingat, bahkan tertanam dan tertancap kuat dalam benaknya bahwa pertolongan Allah itu amat dekat. Mereka meyakini bahwa kemenangan itu akan segera kembali. Itulah janji Allah yang tertuang dalam al-Quran. Sebuah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Olehkarenanya, sebuah proyek raksasa ini harus secepatnya disadari oleh seluruh komponen pemuda muslim agar mereka mulai tersadarkan dan mulai bergerak tak kenal lelah untuk terus memperjuangkannya. Berjuang serius, berjuang berjamaah, dan berjuang ikhlas untuk menegakkan agama Allah melalui institusi yang diridhai-Nya. Wallahu a’lam. (Oleh : Yanuar Ariefudin, BKLDK Semarang)

Buscar

 

Labels

LDK PARMAIS STIAMI Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger